Minggu, 08 Maret 2015

SAAT KEDUA PASANG MATA KITA BERTEMU



Kau memalingkan wajah menjarah setiap lambaian tangan
Entah sengaja atau tidak, pandanganmu jatuh di mataku
Kita bertatapan cukup lama, mencoba menerka tentang apa, siapa, dan bagaimana
Seperti kau telah mengenalku cukup lama, lalu mencoba memeriksa ingatan dengan seksama
Pun seperti aku telah mengenalmu cukup lama, lalu mencoba menerka perasaan yang begitu perkasa

Ada banyak hal yang terjadi di saat yang sama
Di belahan bumi lain, misalnya
Laut menggulung tinggi, air pasang menjadi kejam
Daratan adalah lahan siap saji nan pasrah

Saat yang sama, di sebuah pesta, sekumpulan manusia tengah larut dalam hingar bingar cahaya
Gelap disamarkan oleh kedipan lampu-lampu
Gelap–gelas berkilau diangkat seperti persembahan untuk dewa
Lalu suara musik berbunyi keras, terdengar hingga ke alam mimpi seseorang

Di saat yang sama pula, ketika dua pasang mata kita bertemu
Di seberang jalan sana, daun dari pepohonan tua mulai berguguran
Sekarang, tak ada yang bisa menerka musim
Ramalan cuaca sama sekali tidak berguna
Hujan tak lagi milik puisi
Terik tak lagi milik keluh
Abu-abu bukan lagi sebuah ketidakjelasan
Melainkan sebuah warna yang dibubuhkan seorang anak di atas gambar payung untuk ibunya
Mendung tak lagi murung, atau mengurung, atau burung-burung yang murung karena terkurung

Saat kedua pasang mata kita bertemu, tersisa satu ihwal
Ialah hasil dari pemeriksaanmu terhadap ingatan, juga hasil penerkaanku terhadap perasaan
Benarlah adanya, kita memikirkan dua hal yang berbeda
Kau menemukanku di masa lalu kala memeriksa ingatan
Aku meletakkanmu di masa depan kala menerka perasaan
Dan benarlah adanya, mungkin kita mencintai orang yang berbeda
Kau mencintaiku, aku malah mencintaimu

Makassar, 2014

6 komentar:

Aprie Janti mengatakan...

Yeah, akhirnya. Tulisan yang manis. :')

Fikri Maulana mengatakan...

Baru mampir udah suka sama tulisannya :)

www.fikrimaulanaa.com

Arya Poetra mengatakan...

Lama tak bertukar kabar denganmu, Botsun. Apa kabar di sana?
Sepertinya ada hati yang sedang terpenuhi oleh satu nama.. :))

Eva Liana mengatakan...

Betapa epiknya saat kata-kata dapat menjelaskan bagaimana tatapan mata ketika saling berpandangan.

Aku selalu suka pemilihan diksi yang tajam!
Alurnya juga.

Dan ah, senangnya ketika kau melihat mata yang mempunyai visi yang sama denganmu.

Ini sweet yang tidak berlebihan. Sukak!

Toko Green World mengatakan...

bagus karyanya, saya suka..

Toko Obat Herbal mengatakan...

terimakasih banyak nih informasinya, sangat menarik

Chat Room Bloofers