Rabu, 19 Oktober 2011

UNBELIEVABLE MESSAGE

Ketika aku menjadi kenyataan dan kau sebatas pengandaian.
Rapat, tanpa sekat, aku mendekatkan diri, meraba setiap tekstur-tekstur abstrak, ku rasakan dari permukaan hingga dasarnya, sungguh absurd.
Suatu hari, aku menunggu di taman, dengan kursi panjang yang kosong sebelah, disitulah teksturmu kuletakkan,tekstur abstrak yang keabsahannya hanya mampu dikutip oleh intuisiku sendiri. Privasi.
Ada jenjang-jenjang ilusional yang mengurung dominasi kenyataan, hidup dalam sebuah ketiadaan yang ku buat menjadi ada, hal gila yang kusadari.
Hari ini masih seperti kemarin, setidaknya wajahmu masih serupa bentuk yang sama dalam imaji yang tak pernah berubah.
Untukmu, mahakaryaNya, terpental ke bumi dengan keragaman pesona, permainan kelima panca indera, menangkap sisi pragmatis ketidakmungkinan, bahwa ketidakmungkinan ada karena sumbangsih sebuah kemungkinan, kemungkinan yang kemudian menjadi tiada, dan tiada terlahir dari peran sesuatu yang ada.
Ketahuilah, aku tidak sedang bertahan, aku justru tengah membangun dinamisnya sebuah pengakuan. Pengakuan bahwa kau menyita sebagian tempat yang kujaga dengan baik. Tempat itu tak akan tergantikan oleh siapapun, karena tak ada kata penuh, mereka akan menempati tempatnya masing-masing, dan sekarang namamu menjadi penghuni tersegar di dalamnya.
Aku mengobrak-abrik logika, menuai hasil absurd dari kisah fiksi yang ku buat nyata dalam kenyataanku sendiri.
Jika kau tengah tertidur, ku pastikan aku mengirim ini sebelum kau terbangun.
Secara matematis, ada sebuah nilai yang tak akan pernah bisa diselesaiakan dengan teori apapun, rumus apapun, persamaan apapun, pertidaksamaan apapun,bahkan dirata-ratakan pun tak akan pernah bisa, ialah nilai tak terhingga. Kuyakinkan diriku bahwa kau masih menjadi pemilik nilai itu, setidaknya sampai saat ini ketika aku masih percaya bahwa Tuhan belum merubah takdirku, dimana kau menjadi salah satunya.
Makassar, 12 Oktober 2011

2 komentar:

Arya Poetra mengatakan...

Semoga IA bisa menjadi kenyataan. Menemani, melewati hari, merangkum makna bersama.
Tulisannya keren!

dhenok habibie mengatakan...

hmm, andai dia tahu bahwa rasa yang kau punya begitu kuat Fadh.. tapi setidaknya, bersyukurlah karena kau masih punya rasa itu.. :)

Chat Room Bloofers