Senin, 12 Desember 2011

RINDU MEMBIRU

Sebelum malam berakhir, sebelum pagi hadir. Rindu sebenarnya keinginan yang sangat keinginan akan memoria di masa lampau. Entah sedetik sebelumnya atau seberapa lama, aku hanya mengukir sejarah, dan masa depan merindukan sejarah.

Menciptakan rindu, kemudian menikmatinya tak sesulit menjaganya. Bukan pada perosalan kesetiaan, tapi seberapa besar penghargaanku pada masa silam. Akulah di sini di ujung malam, ketika pagi tengah menyiagakan diri, menyegerakan, bergegas menjemput situasinya. Sebentar lagi itu akan menjadi miliknya, maka biarkan malam memilikiku, di ujung pertahanannya, toh aku masih berada dalam ruang sejarah, ruang silam yang masih tetap baru buatku.

Biru itu tenang, dan aku ingin rinduku membiru di ujung malam ini.
Bukan luka, bukan duka, tak perlu suka, hanya kesetiaan pada aktivitas menikmati. Sejarah tak akan pernah mati, bahkan ketika masa kini dan masa depan menjulang tinggi, kelak semua itu akan menjadi sejarah, dan pada saat itulah rindu hadir, rindu yang membiru, rindu yang tenang, seperti di ujung malam.

Untuk Matar yang entah di mana, masih menjadi sejarah

6 komentar:

dhenok habibie mengatakan...

aku pun sedang merindu.. inginku hanya suka yang kurasa, tapi ternyata duka tak memberikan spasi untuk bisa sedikit menghadirkan suka.. miss u Fadh :)

BLACKBOX mengatakan...

ow.....duka akan menjadi suka bila kita menyukainya, miss u too dhe

Nick Salsabiila mengatakan...

rindu itu biru...biru itu feeling blue...
hahahaha...love it fadhli...aku berasa jadi resah yaa, baca tulisan ini...wakakakk...

BLACKBOX mengatakan...

@nick; resah knp?

meutia rahmah mengatakan...

merindu membawaku pada sejarah silam.merindu terkadang seperti luka lama..jeda sejenak dan kemudian kembali menghilang..nice post fadhli sudah lama tak membaca postingan mu ^__^

zhi cun lee mengatakan...

ow.....duka akan menjadi suka bila kita menyukainya,...
setuju tuh....

Chat Room Bloofers