Rabu, 16 Februari 2011

PLANET BARU

Mohon maaf sebelumnya kepada Sang Maha Pencipta, juga kepada ahli antariksa. Saya akan memperkenalkan planet baru, entah tergabung dalam tata surya mana? Planet ini aneh, semi nyata juga semi abstrak. Sesuai kesepakatan, planet baru ini dinamakan internet.

Internet menawarkan pemenuhan kebutuhan yang sangat komplit. Banyak yang menyangka bahwa dunia maya bisa menjerumuskan manusia ke dalam lembah penuh imaji. Dunia yang katanya penuh dengan khayalan dan hal-ha absurd. Kecanggihannya menjadi bukti modernisasi kehidupan, bahkan telah berubah statusnya menjadi keharusan untuk mereka yang ingin berkembang. Internet juga adalah indikator status sosial seseorang. Banyak sekali kegunaan yang ditawarkan oleh internet, meskipun tingkat kriminalitas karena dunia maya sekarang ini semakin merajalela. Terlalu berlebihan bila internet itu dijadikan keharusan atau kebutuhan pokok.

Ketika internet menjadi sebuah pelarian. Inilah saya. Ada hal penting yang perlu dimengerti dan dipahami mengenai sebuaha arti kata "pelarian". Pelarian adalah tempat yang membuat kita ke sana ketika tempat kita pada saat tertentu sudah tidak nyaman lagi. Tapi, bagi saya pelarian adalah tempat di mana saya menjadi diri saya yang lain. Inilah internet dengan segala keunggulan, realis, dan surialisnya

Bisa saya sederhanakan saat ini. Internet menjadi gaya hidup saya dimulai dalam 3 tahun terakhir ini. Saya mulai tertarik dengan dunia maya, dunia yang membuat manusia tidak saling bertatap muka secara langsung, tempat di mana hanya ada layar yang berisi semua hal. Banyak orang yang beranggapan bahwa internet yang sudah menjadi kebutuhan pokok umat manusia modern sangat fatal akibatnya. Katanya, sosialisasi berkurang, daya kepekaan melemah, produktivitas kepepet, kemunafikan bertambah, kemudian menjadi sangat malas untuk mengakui dunia luar. Itu hanya sisi subyektif pakar yang menyebut dirinya pakar. Sebenarnya, internet menjadi ajang sosialisasi yang sangat menarik. Tingkat peluang kebohongan dalam berselancar di internet memang sangat tinggi, misalnya pemalsuan identitas, memposting berita-berita hoax, atau menyampaikan isu-isu berbasis SARA. Akan tetapi, kita tidak menyadari bahwa kejadian-kejadian seperti itu mengajarkan kita akan satu hal, bahwa kejernihan berpikir harus diimbangi kepekaan perasaan. Orang yang kritis, berpikir out of the box, kemudian kualitas perasaannya tinggi akan terhindar dari kriminalitas dunia maya. Sebenarnya, ini sama saja ketika kita bersosialisasi secara langsung.

Sekarang, melanjutkan pengantar di atas, bagi saya internet menjadi tempat pelarian saya ketika dunia nyata sudah tidak adil lagi. Inilah yang dimaksud dengan kekecewaan pada realita. Bukannya menentang ketentuan Tuhan, namun lebih ke refleksi diri, agar ketika kembali ke dunia nyata, banyak referensi baru yang bisa dibawa.
Saya mengklasifikasikan kebutuhan internet saya sebagai berikut:

1. Sebagai penyaluran hobi.

Saya sorang mahasiswa yang sangat menyukai dunia tulis menulis. Setiap hari kebutuhan itu harus dipenuhi. Internet menjadi media yang sangat ramah untuk saya. Memposting tulisan di blog, mempublikasikannya, kemudian membaca beberapa komentar dari teman-teman, dengan sendirinya saya telah belajar untuk membuat segala sesuatu menjadi lebih baik, mendengarkan saran orang lain, dan yang paling penting adalah kepuasan batin menulis dan berbagi.

2. Menunjukkan sisi lain

Saya senang menyembunyikan sebagian kepribadian saya. Jadi, kehidupan sehari-hari hanya membuka separuh diri saya, selebihnya saya tunjukkan di internet. Seperti dalam akun social network, tak banyak yang menyangka kalau saya pribadi yang cengeng, peka, kurang percaya diri, dan pemimpi yang hebat. Banyak teman-teman saya yang menilai saya berbeda ketika berada dalam lingkungan sosial dengan lingkungan maya. Begitu pula sebaliknya. Saya bisa mengenal sisi lain orang-orang di sekitar saya dengan membaca tulisan di blognya atau status-status di akun social network nya.

3. Menjadi tempat belajar.

Sebagai mahasiswa, kebutuhan akan informasi adalah sebuah keharusan, dengan tuntutan waktu yang singkat dan jadwal yang padat, internet ini sangat membantu saya mengerjakan tugas-tugas saya.

4. Sebagai bukti bahwa saya masih ada

Iya, sejujurnya, saya adalah orang yang kurang percaya diri dalam pergaulan, bahkan saya sering menyisihkan diri dari kehidupan sosial. Keseringan juga merasa tidak nyaman dengan diri sendiri, penyakit psikologis yang aneh, kemudian susah mencurahkan isi hati. Internet menjadi tempat saya menunjukkan kepada semua orang bahwa saya masih ada, masih hidup dengan tulisan-tulisan saya.

Inilah deretan kebutuhan hidup saya tentang internet. Saya tidak akan menggantungkan hidup saya pada internet, saya hanya ingin menyatakan bahwa internet adalah mediator handal dalam hal mengemukakan kata-kata yang kaku di mulut, juga wajah yang datar dalam keseharian sosial. Terkadang manusia membutuhkan tempat lain untuk mengekspresikan dirinya, meninggalkan sejenak kehidupan nyatanya, menuju dunia maya yang sebenarnya nyata. Terkadang manusia membutuhkan itu untuk menemukan kepercayaan dirinya, mengungkap kemampuan tersembunyinya, kemudian menggunakannya di kehidupan sosial yang kejam . Seperti itulah saya memandang internet sebagai salah satu gaya hidup juga salah satu tempat hidup di dunia yang berbeda, serta dunia yang penuh dengan kebebasan tanpa aturan-aturan yang memberatkan bahkan mengurung jati diri seperti yang terjadi dalam kehidupan nyata.

Sebagai dunia lain, bisa juga dijadikan planet lain selain bumi. Ketika Anda sudah jenuh dengan kehidupan nyata Anda, mengapa tidak internet menjadi dunia baru yang bisa menampung semua kekecewaan, pribadi baru, watak yang selama ini Anda sembunyikan? Bukannya bermaksud membuat topeng dalam kehidupan Anda, namun lebih menyegarkan pikiran dan perasaan Anda, bahwa selain dunia nyata ini, ada dunia yang bisa menentang semua kekakuan realita, itulah dunia maya. Selamat berselancar di dunia maya, selamat menemukan hal-hal baru, selamat menjadi orang-orang baru, agar ketika kembali ke dunia nyata, Anda seperti segar kembali dengan kekayaan apresiasi dan persepsi makna yang tinggi.

Tulisan ini diikutsertakan dalam kontes blog di www.bhinneka.com

11 komentar:

BeDa mengatakan...

Dengan menulis di internet kita juga bisa menyebarkan kebaikan ke medan yang lebih luas. Pembaca tidak dibatasi di sini. Begitu kan?

Salam ukhuwah

Budiman As'ady mengatakan...

karena internet adalah segalanya bagiku :D
sip...

BLACKBOX mengatakan...

makasih...sorry anda membaca postingan yg belum disempurnakan, sekarang sudah disempurnakan...hahaha maaf

dhe_bie mengatakan...

selalu, ciri khas dari seorang fadhli selalu saja berbekas.. Like it!!

g'd luck brader.. :)

Reinhart mengatakan...

Haha.. mantab! Menganalogikan internet sebagai planet lain!

chapunx23b mengatakan...

saya awalnya mengira benar2 planet yang baru..

dan ternyata planet itu adalah internet.. dimana tempat berakhiran "et".. :)

nice post kang fadli..

Bonit Notz mengatakan...

hmmm.... bikin kagettt...
kerennnzzz...

INTERNET JUGA SEBUAH PLANET...

^_^

zico mengatakan...

Internet adalah tempat gudangnya ilmu... itu bagi orang yang memanfaaatkan teknologi tersebut. selain itu internet layaknya ilmu pengetahuan yang berjalan. kita bisa search informasi atau bacaan yang bermanfaat. dulu, saya nggak bisa berpergian ke luar negeri dan mengunjugi tempat-tempat wisata dalam jangka cepat. namun sekarang dalam hitungan detik, saya bisa keliling dunia (berselancar). sebenarnya fenomena internet itu mengingatkan saya pada Surat An-naml ayat 40 "Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab : "Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip". Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: "Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni'mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
semua bisa terjangkau di internet dan waktunya seperti kedipan mata....
yuk..kita berinternet sehat.

kang ian mengatakan...

wah saya g sempet ikutan hiks hiks..
telaaat

Asriani Amir mengatakan...

wow... mantaf...

frekuensi menulisnya juga keren.. istiqomah betull.. hhhehehehe.. semngat..smangat...

BLACKBOX mengatakan...

@kaka acci: hahaha......sumanga'ki jg...

Chat Room Bloofers