Kamis, 06 Februari 2014

Untuk Raisa Andriana (@raisa6690)

Kepada Yang Cukup
Raisa Andriana
Di
Mata dan Hatiku

Dari begitu besarnya kerumunan penggemar, sangat sulit bagiku terlihat menonjol, atau bahkan terlihat sebagai satu-satunya orang yang melihatmu bernyanyi dengan binaran mata yang berlari melampaui waktu. Sebab itulah, aku menulis surat ini.

Setelah itu, Raisa, percayalah tak banyak yang menjadi penggemarmu ketika kau masih orang biasa, namamu belum menggema. Aku salah satunya, mungkin satu-satunya, kuharap satu-satunya. Aku telah menjadi penggemarmu sebelum jutaan orang mengenalmu melalui beberapa video yang kau unggah di Youtube. Itulah takdir yang kusyukuri.

Aku tak memasang potretmu di dinding kamar, di desktop background. Aku juga baru sekali menyaksikan kau bernyanyi secara langsung, hanya duduk manis, memeluk lutut, tanpa teriakan histeris. Namun ketahuliah, aku mendengarkan lagu-lagumu sembari mengingatmu sebanyak waktu tak mampu menghitungnya.

Ada 3 bagian yang aku suka darimu:

1.Suara
Semua penggemarmu menyukainya. Aku tak berani mengatakan bahwa aku yang paling menyukainya. Sebab semua orang akan mengaku seperti itu. Cukuplah suaramu itu angin dan telingaku sehelai daun yang akan gugur. Terima kasih telah membumikanku.

2.Mata
Entah berapa orang yang menyukai matamu. Berapa binar yang merekah kala menatap matamu. Aku tak tahu berada di angka berapa untuk urusan itu. Tak seperti nelayan yang butuh jala dan umpan, cukuplah sepasang matamu terbuka entah menatap siapa, aku pasti terjerat dengan sukarela dan pasrah.

3.Aku
Menjadi aku adalah peran yang menyenangkan. Menjadi aku adalah menjalani hidup sebagai seseorang yang menyukaimu. Bukankah itu menyenangkan, Raisa? Andai aku bagian penting dalam hidupmu, dan aku senang berandai-andai.

Sebenarnya kekagumanku tidak cukup dengan surat ini. Aku ingin memberimu lebih, 085796702457 nomor teleponku. Teleponlah aku, bernyanyilah untukku. Oh iya, ketika semua cermin dan kamera di dunia ini rusak, punah selama-lamanya, datanglah padaku, tataplah mataku, lalu bersyukurlah betapa indah dirimu di salam sana.

Apa? Kau juga kagum kepadaku? Ingin beradu? Sekadar informasi, aku lahir dua hari sebelum kau dilahirkan. Itu artinya aku punya waktu 2 hari lebih banyak mengagumimu.

Bersemangatlah,


Fadhli Amir
@Botsun

6 komentar:

Aprie Janti mengatakan...

nomor teleponnya! :))))

Eva Liana mengatakan...

Akh Botsun mengapa aku terkejut melihat surat manismu ini? Sungguh terpesona dengan pemilihan diksimu yang mengartikan rasa. Ah Raisa, beruntung memiliki penggemar sepertimu. :D

andri K wahab mengatakan...

ehem, tolong, raisa saya jangan digombali!!!

dan utk raisa, please jangan meleleh karena surat ini.

*gila, keren banget isi surat lau bro.

@SobatBercahaya mengatakan...

Raisa dah mbaca pa belum nih...

BLACKBOX mengatakan...

Terima kasih semuanya. Itu ada nomor kontak ku, jangan sampai didahului Raisa, ya! haha. Mudah-mudahan dibaca sama yang bersangkutan

Diansari mengatakan...

Hhmm ini keren. Eh puisinya juga keren semua..
Mampir-mampir di enkadiansari.blogspot.com yaa
Tapi bawa kopi sendiri yaa.. hehehe

Chat Room Bloofers