Senin, 03 Januari 2011

AMBIGU

Pikirkan sesuatu tentang diam. Adakah suara lantang di dalamnya? Aku diam bukan karena tidak tahu, kawan. Aku diam, karena ketika aku bersuara, akan sangat menyakitkan bagimu. Tutur kataku akan melumpuhkan kepercayaan dirimu.

Begini caraku. Bila diam itu membahasakan ambiguitas, maka kau salah memaknai ambiguitas itu. Bagiku ambigu bukan bias, suatu yang masih samar, atau inkonsistensi. Ambigu itu kaya, kawan. Dia menyimpan banyak hal yang bisa kau pelajari satu-satu.

Aku masih ambigu pada hidup, hidup juga masih ambigu kepadaku. Semua itu karena aku masih belum bisa memahami makna tunggal yang mewakili pribadiku sendiri, juga menyatukan persepsi hidup yang sangat kompleks.

Aku diam, karena takut menyakitkanmu. Aku khawatir, jika aku bersuara, aku hanya akan menawarkan jutaan atom yang belum mampu kau rangkai menjadi senyawa.

Pertemuan kita kali ini sangat berarti bagiku. Aku bisa menikmati ambiguitasmu yang payah bersembunyi. Mengapa kau malu menunjukkannya kepadaku? Aku tak butuh makna tunggalmu yang miskin, aku tak mau mendefinisikanmu dalam satu teori yang membutakan aku tentang kekayaan makna, itulah alasanku mengagungkan ambiguitas.

Aku diam,karena aku menikmati kebingunganmu. Aku bersyukur kau menjadi bingung, karena akhirnya kau bisa menaruh perhatian pada pertanyaan. Jawaban itu tidak selalu memuaskan, kawan. Tidak ada salahnya lebih menggantungkan diri pada pertanyaan, agar kau lihai mencari sesuatu, banyak suatu, yang lebih kaya.

Aku masih diam, karena aku tengah mendalami ambigu. Bila lisanku bercabang ribuan, maka pungutilah tiap serpihan ribuan itu untuk kau jadikan pertanyaan, sebagai alasanmu untuk menikmati hidup.

7 komentar:

* dimasady * mengatakan...

ada apa ini? ada apa? he...
memendam hasrat tuk mengungkap kata, semangat bro...

Qefy mengatakan...

Serpihan itu akan selalu bersamamu, serpihan kebahagiaan akan tiba. Percayalah :)

zico mengatakan...

ungkaplah apa yang ada di hatimu secara verbal... diam memang sebuah ambigu yang sulit dimengerti, setidaknya dengan berbicara rahasia hati itu akan terlihat. dan semoga senyum yang akan kau dapat setelah mendobrak 'ambigu' itu

Riksa89 mengatakan...

Diam tak selamanya emas.. Ungkapkan saja, apaun itu... :D

BLACKBOX mengatakan...

makasih nasehatnya

rinz mengatakan...

Waaaahhh.. kebanyakan postingan di blog ini memakai sudut pandang orang pertama yahhh?? tapi seru kok bacanya........ hehehehhe..

rinz mengatakan...

kali ini komen saya akan membahas tentang postingan ini. AMBIGU. saya setuju dengan pendapat Anda bahwa terkadang kita harus 'diam' dan tidak selalu menjawab setiap pertanyaan. kadang kita harus membiarkan yang laen untuk mencari tau jawaban itu sendiri dengan merasakannya. kadang, orang akan sampai pada kesimpulan yang serupa. namun karena pengalaman itu memiliki dampak yang berbeda pada tiap orang, maka kita bisa saling bertanya dan membandingkan.

wow. live your life to the fullest!

Chat Room Bloofers