Rabu, 26 Januari 2011

(...........), (APA?), (UNTUK APA?)

Apa dan untuk apa......? Inilah dia hal yang menjadi identitasku. Aku ini apa? untuk apa aku ini? Pertanyaan-pertanyaan itu akan aku simpan untuk mengawinkannya dengan semua kejadian di setiap detik masaku.

Hari ini, esok, dan hari-hari setelahnya di saat ruh masih berbaur dengan tubuh, akan banyak kejadian yang menjelaskan kebiasan "apa dan untuk apa" itu?

Hai, untuk apa saja ,utuk siapa saja. Aku ingin menyapa semuanya, bukan sapaan yang hanya berbasa-basi sebagai trend dalam perbincangan, tetapi ketulusan yang dalam untuk menyapa.

Hai, aku ini manusia, kamu manusia juga kan...? Aku mengabarkan pada apa saja, pada siapa saja, bukan untuk menunjukkan kelebihan dan menutupi kelemahanku, namun sekedar mengenalkan diriku, memenuhi kodratNya untuk saling mengenal.

Aku manusia, sekarang aku tahu untuk apa aku jadi manusia. Akulah pemimpin dunia, penghisap daya-daya duniawi, akulah perawat dunia, pengunjung kesepian untuk aku seimbangkan. Pada tatanan tertentu aku ingin menikmati kesendirianku, melenyapkan gangguan, mengakrabkan ruh dengan tubuh, mengawinkan suasana dengan diriku sendiri.

Aku tahu aku apa dan aku tahu aku ini untuk apa. Sekarang aku terpuruk pada dimensi yang tak terdeteksi, ada lahan yang membuatku tak mampu ke mana-mana, menerjemahkan ribuan tanda adalah pekerjaan satu-satunya yang belum bisa menuai hasil sedikit pun. Ini tak bias lagi, namun sdah bersembuyi dan belum mampu aku temukan.

Hai, untuk apa dan siapa saja. Tak ada yang mendengarku. Apakah mereka berada di dimensi yang berbeda? Apakah aku ini makhluk individual yang akan menghuni dunia individual juga? Bukankah banyak di antaraku makhluk individual namun hidup di dunia kolektivitas? Mereka memberdayakan kebersamaan makhluk lain untuk semakin mengukuhkan keperkasaannya sebagai makhluk individual.

Aku ini apa dan untuk apa. Sekarang sudah jelas semuanya. Aku melupakan satu pertanyaan untuk menyempurnakan identitasku.

"Aku ini dari mana?"

Seandainya aku mempertanyakan asalku, maka aku akan mencari siapa penciptaku, dan jawaban itulah yang akan menuntunku menemukan jawaban agung tentang apa dan untuk apa. Ternyata asal akan merampungkan diri dan tujuan. Maaf aku telah melupakan pertanyaanmu. Pertanyaan yang seharusnya lebih awal aku tanyakan dan aku temukan.

Tibalah kita di titik penghabis masa, menemukan hal yang belum saatnya ditemukan, mendahulukan hal yang seharusnya di belakang, memberdayakan semua rasa hingga kita terkadang lupa "kita ini dari mana?"

10 komentar:

Riksa89 mengatakan...

Wuiiihhhh..... mantep kata2nya...
Jujur, aku masih belum paham apa yg dimaskud di dalam tulisannya... :D

dhe_bie mengatakan...

sejenis dengan dhe, dilema akan beberapa hal, akan beberapa pertanyaan yang fadhli paksa untuk berurutan..

bunda azka mengatakan...

mantabph... andai saja fadhli amir terlahir di jaman chairil anwar.. mungkin kita tidak menemukan nama chairil anwar di buku bahasa indonesia,melainkan fadhli amir.. hehehe
salam super!

Lozz Akbar mengatakan...

menurut saya hakikat hidup adalah siapa kita, untuk apa kita dilahirkan, apa yang akan kita lakukan saat di dunia dan mau kemana kita setelah mati

Budiman As'ady mengatakan...

dan merealisasikan kerja nyata...
*hebat!!!

Ahmad'z mengatakan...

semua pertanyaan ada di kitab suci Al-Quran,,tinggal kita bagaimna memanfaatkanny,,folo balik ya??

MUHAMMAD RIDWAN mengatakan...

butuh lebih dari sekali baca biar biar lebih 'ngeh' ma maknanya.....

Andy Ahmad Fairussalam mengatakan...

nyari kamus dulu nih.. :D heuheu..

zico mengatakan...

pertanyaan yang datang dari dalam diri sendiri adalah pertanyaan yang jenius.. itu akan mendorong kita untuk menjadi lebih baik lagi. fitrahnya manusia di bumi diciptakan dengan tujuan, juga di berikan permasalahan2 agar dia jadi kuat, tapi karena sikap maha penyayangnya Dia memberikan jalan keluarnya.... tetep semangat....

BLACKBOX mengatakan...

@riska: sorry kalo dibuat gak ngerti, tp makasih responnya
@Dhe: hahaha.....saya yakin dhe bisa lebih hebat lagi mengungkap msiteri pertanyaan itu
@Bunda: waduh....bunda ini bisa aja,saya gak pantes dibandingin sama khairil anwar...makasih ya
@Lozz; bener juga.....makasih
Budiman: makasih ya
@ahmad :Makasih, iya akan difollow back
Ridwan: hahaha.....anda juga hebat mas, maaf kalo bikin gak ngerti
Zico: makasih kang....semagat juga
Andy:Hahahaha.....silahkan interpretasi sendiri maknanya bang

Chat Room Bloofers